Kamis, 18 Maret 2010
puyer cermin mendesaknya pekerjaan kefarmasian
polemik seputar sediaan puyer memiliki minimal 2 dimensi yang akhir-akhir ini sering dibahas secara bersama, yaitu peracikan dan kerasionalan puyer tersebut. bila mengacu pada good pharmacy practice, apoteker atas permintaan dokter bertanggung jawab penuh dalam mengerjakan proses pembuatan dan peracikan puyer sehingga terjamin kualitas dan stabilitasnya. dalam hal ini apoteker wajib melakukan screening terhadap resep yang ia kerjakan sehingga apabila terdapat adanya ketidakrasionalan dan polifarmasi dapat diminimalkan. namun dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan. apoteker tidak selalu berada di apotek dan dokter melakukan dispensing langsung kepada pasien meski di tengah kerumunan apotek yang ramai. ketidakhadiran apoteker ini menyebabkan penyelenggaraan good pharmacy practice tidak optimal dan dokter melakukan pekerjaan kefarmasian lupat dari kontrol yang seharusnya tidak boleh terlewatkan .oleh karena itu, polemik tentang puyer memang harus diatur secara konkrit. karena pekerjaan kefarmasian perlu dilakukan oleh tenaga keahlian yang berwenang. polemik tentang puyer hanya sebuah permukaan dari gunung es . ruang lingkup kefarmasian begitu luas dan masih banyak pihak yang belum melakukannya dengan kompeten . oleh karena itu hendaknya pemerintah hendaknya mengeluarkan peraturan yang tegas sesegera mungkin agar pekerjaan kefarmasian dapat terkendali dengan baik. (sumber referensi www.isfinational.or.id)
Kamis, 11 Maret 2010
Bahagia dengan ketidaksempurnaan
Ingin seperti mereka ! Perasaan yg slalu membelenggu dihatiku dan membuatku iri . Jika aku belum sedewasa ini, aku selalu berpikir tidak pernah ada keadilan dalam hidupku . Semua berawal dari "KETIDAKSEMPURNAAN" . Aku ingin seperti mereka . Bahagia dengan segala kesempurnaan mereka . Tapi aku tidak . Kehidupanku tidak adil . Tidak ada kesempurnaan dalam setiap bagian hidupku, walaupun aku selalu berusaha tegar dan berpikir, tidak ada yang sempurna, dan Tuhan selalu punya rencana terbaik untuk kita kelak . Aku mencoba meyakinkan pikiranku . Kapan suatu saat itu datang dan akhirnya hidupku bahagia ? Kesabaran memang milik manusia yang mungkin hanya 5% saja kita menggunakannya . Ya, aku mencoba bersabar menanti kebahagianku . Walau setiap detik senyumanku aku harus menangis meratapi nasibku . Aku tidak ingin menjadi manusia paling dikasihani . Karena aku benci dikasihani . Aku benci dicap mencari perhatian mereka . Karena aku sanggup menghadapi ini semua . Tuhan sedang melihat aku begini . Ya, aku sendiri yang akan memikirkannya . Karena aku yang berhak menentukan kebahagiaanku .!! Biar keegoisan ini membuat aku bahagia . Karena aku bahagia dengan ketidaksempurnaanku .
Sabtu, 06 Februari 2010
Kemarahan, penyesalan, dan ketegaran
Jika menangis dapat membuat masalahku selesai, aku rela menghabiskan air mata ini . Jika berteriak mampu membuat mereka sadar, aku rela berteriak hingga tengg0r0kanku ini meledak . Dan jika kematian mampu membuatku lupa akan semua yang tahu tentang kehidupan ini, aku rela kehilangan satu-satunya nyawaku yang menurutku TIDAK BERHARGA! Aku sudah berusaha untuk kehidupan ini, aku sudah berteriak, marah, bahkan aku berlari hingga kakiku terseok-seok, tapi mereka tidak pernah peduli . Mereka menghancurkan aku, mulai dari hatiku, perasaanku, hingga otakku lelah! Mereka menyakiti kedua manusia yg telah melahirkan aku, tapi Tuhan tidak bertindak! Hidupku terus seperti ini, hidupku adalah air mata, hidupku adalah teriakan, hidupku adalah kemarahan, dan yg aku tahu hidupku hanyalah penderitaan ! Kata orang, Tuhan tidak akan pernah menguji hambanya melebìhi batas kemampuannya untuk berusaha, dan sekarang, Tuhan terus mengujiku, bahkan aku tidak tahu sampai kapan ujianku akan berhenti menjadi sebuah KEBAHAGIAAN! Aku sudah meminta pada Tuhan untuk berhenti, tapi dimana batas kemampuanku untuk berusaha? Aku terus diuji, apa ujian ini akan berhenti hingga aku menjadi manusia yg hina? Untuk apa aku mengenal dunia ini jika tidak pernah ada setitik kebahagiaan untuk manusia sehina aku? Aku capek berteriak, aku lelah menangis, dan aku rindu sebuah senyuman . Aku ingin tertawa, tertawa, dan tertawa . Tapi aku hanya bisa menertawakan kemarahanku, aku bahkan tidak berhak marah telah lahir kedunia ini, dan aku hanya bisa menyesal terus meratapi kek0s0ngan pikiranku . Entah sudah berapa tetes air mata yg sudah kurelakan untuk menghentikan mereka atas sandiwara penderitaan yang kualami tiada henti ini? Aku ingin berhenti, hentikan air mata ini, biarkan aku tersenyum, dan ijinkan aku tertawa untuk kehidupanku .
Rabu, 03 Februari 2010
Perjalanan hari ini
hari ini saya bangun pagi sekali. mendapat sms yang langsung membuat saya ingat sesuatu. hari ini juga tanggal 4 februari adalah hari ulang tahun saya yang ke 18 tahun. pagi hari beberapa teman mengucapkan selamat pada saya termasuk orang tua saya satu hari sebelumnya. yah, paling tidak saya senang karena masih ada yang mengingat hari ulang tahun saya. pagi hari ini pula saya mendapat kado spesial sebuah boneka babi favorit saya. untung saja try out UTKnya tadi berhasil sukses karena saya berhasil mengerjakannya. ulangan praktek nosi juga alhamdulillah walaupun belum sempurna tapi paling tidak itu hasil yang bagus. di hari yag menurut saya belum spesial ini, karena saya belum mendapat kejutan apapun dari teman-teman saya. semoga hari ini, hari ulang tahun saya, banyak mendapat kejutan yang tidak pernah terkira.
Rabu, 27 Januari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
